Sejarah Batik Pekalongan

Batik pekalongan termasuk salah satu yang paling banyak dicari saat ini. Di dunia maya, ketenaran batik pekalongan termasuk paling tinggi. Hal ini didasarkan pada pencarian melalui mesin pencari google, pencarian per bulan mencapai lebih dari 20 ribu orang mencari batik dengan kata kunci batik pekalongan. Disusul di urutan kedua pencarian tertinggi di google adalah batik madura yang berada pada kisaran 3 ribu hingga 4 ribu per bulan. Wajarlah, batik pekalongan telah banyak memberi inspirasi para perancang model baju batik modern.

Sejarah batik Pekalongan tidak lepas dari keberadaan batik di Demak. Wajarlah, bila proses dan desainnya banyak dipengaruhi oleh batik dari Demak. Menurut Wulandari, Sampai awal abad XX, proses pembatikan yang dikenal di Pekalongan adalah batik tulis dengan bahan mori buatan dalam negeri dan hanya sebagian kecil diimpor. Setelah Perang Dunia 1 baru dikenal pembuatan batik cap dan pemakaian obat-obat buatan Jerman dan Inggris.

Museum Batik Nasional Pekalongan

Museum Batik Nasional Pekalongan – Foto: wikimedia.org

Pada awal abad XX, yang pertama kali dikenal di Pekalongn adalah penemuan yang menghasilkan setagen (sabuk atau ikat pinggang perempuan yang terbuat dari kain, panjangnya antara 3-5 meter berwarna polos, umumnya putih, merah, hitam, hijau, dan lain-lain, yang dikenakan oleh mereka yang berkain) dan benangnya dipintal secara sederhana.

Beberapa tahun berikutnya, barulah dikenal cara pembatikan yang dikerjakan oleh orang-orang yang bekerja di sektor pertenunan ini. Pertumbuhan dan perkembangan sejarah batik di Pekalongan menjadi lebih pesat dari pertenunan setagen. Akibatnya, buruh-buruh pabrik gula di Wonopringgo dan Tirto lari ke perusahaan-perusahaan batik karena upahnya lebih tinggi daripada upah bekerja di pabrik gula.

Saat ini, Pekalongan merupakan salah satu sentra industri batik nasional dengan jumlah produksi batik yang sangat besar. Batik-batik Pekalongan tidak hanya dibuat untuk mencukupi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga diekspor ke Amerika, Eropa, Timur Tengah, dan lain-lain. Di kota ini pula terdapat Museum Batik Nasional yang dapat dijadikan sebagai rujukan tentang sejarah dan perkembangan batik di Nusantara. Museum ini semakin memperkuat keberadaan Kota Pekalongan sebagai salah satu kota batik terbesar di Indonesia.

Popularitas batik Pekalongan saat ini telah melalui perjalanan panjang. Sejarah batik pekalongan bisa menjadi inspirasi bagi para desainer model baju batik modern untuk selalu berkreasi menjaga warisan budaya yang telah diakui UNESCO ini.

Referensi:

Referensi: Wulandari, Ari. 2011. Batik Nusantara: Makna Filosofi, cara pembuatan & Industri Batik. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Foto: wikimedia.org

Incoming search terms:

  • model baju raden

Leave a reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>